Keluarlah & Temukan !!!

This item was filled under [ Catatan ]

Renungan

Setiap saat mulai perkuliahan, saya selalu bertanya kepada mahasiswa berapa orang yang sudah memiliki pasport. Tidak mengherankan, ternyata hanya sekitar 5% yang mengangkat tangan. Ketika ditanya berapa yang sudah pernah naik pesawat, jawabannya melonjak tajam. Hampir 90% mahasiswa saya sudah pernah melihat awan dari atas. Ini berarti mayoritas anak-anak kita hanyalah pelancong lokal.
Maka, berbeda dengan kebanyakan dosen yang memberi tugas kertas berupa PR dan paper, di kelas-kelas yang saya asuh saya memulainya dengan memberi tugas mengurus pasport. Setiap mahasiswa harus memiliki “surat ijin memasuki dunia global”. Tanpa pasport manusia akan kesepian, cupet, terkurung dalam kesempitan, menjadi pemimpin yang steril. Dua minggu kemudian, mahasiswa sudah bisa berbangga karena punya pasport.
Setelah itu mereka bertanya lagi, untuk apa pasport ini? Saya katakan, pergilah keluar negeri yang tak berbahasa Melayu. Tidak boleh ke Malaysia, Singapura, Timor Leste atau Brunei Darussalam. Pergilah sejauh yang mampu dan bisa dijangkau.
“Uang untuk beli tiketnya bagaimana, pak?”
Saya katakan saya tidak tahu. Dalam hidup ini, setahu saya hanya orang bodohlah yang selalu memulai pertanyaan hidup, apalagi memulai misi kehidupan dan tujuannya dari uang. Dan begitu seorang pemula bertanya uangnya dari mana, maka ia akan terbelenggu oleh constraint. Dan hampir pasti jawabannya hanyalah tidak ada uang, tidak bisa, dan tidak mungkin.
Pertanyaan seperti itu tak hanya ada di kepala mahasiswa, melainkan juga para dosen steril yang kurang jalan-jalan. Bagi mereka yang tak pernah melihat dunia, luar negeri terasa jauh, mahal, mewah, menembus batas kewajaran dan buang-buang uang. Maka tak heran banyak dosen yang takut sekolah ke luar negeri sehingga memilih kuliah di almamaternya sendiri. Padahal dunia yang terbuka bisa membukakan sejuta kesempatan untuk maju. Anda bisa mendapatkan sesuatu yang yang terbayangkan, pengetahuan, teknologi, kedewasaan, dan wisdom.
Namun beruntunglah, pertanyaan seperti itu tak pernah ada di kepala para pelancong, dan diantaranya adalah mahasiswa yang dikenal sebagai kelompok backpackers. Mereka adalah pemburu tiket dan penginapan super murah, menggendong ransel butut dan bersandal jepit, yang kalau kehabisan uang bekerja di warung sebagai pencuci piring. Perilaku melancong mereka sebenarnya tak ada bedanya dengan remaja-remaja Minang, Banjar, atau Bugis, yang merantau ke Pulau Jawa berbekal seadanya.Ini berarti tak banyak orang yang paham bahwa bepergian keluar negeri sudah tak semenyeramkan, sejauh, bahkan semewah di masa lalu.
Seorang mahasiswa asal daerah yang saya dorong pergi jauh, sekarang malah rajin bepergian. Ia bergabung ke dalam kelompok PKI (Pedagang Kaki Lima Internasional) yang tugasnya memetakan pameran-pameran besar yang dikoordinasi pemerintah. Disana mereka membuka lapak, mengambil resiko, menjajakan aneka barang kerajinan, dan pulangnya mereka jalan-jalan, ikut kursus, dan membawa dolar. Saat diwisuda, ia menghampiri saya dengan menunjukkan pasportnya yang tertera stempel imigrasi dari 35 negara. Selain kaya teori, matanya tajam mengendus peluang dan rasa percaya tinggi. Saat teman-temannya yang lulus cum-laude masih mencari kerja, ia sudah menjadi eksekutif di sebuah perusahaan besar di luar negeri.
The Next Convergence
Dalam bukunya yang berjudul The Next Convergence, penerima hadiah Nobel ekonomi Michael Spence mengatakan, dunia tengah memasuki Abad Ke tiga dari Revolusi Industri. dan sejak tahun 1950, rata-rata pendapatan penduduk dunia telah meningkat dua puluh kali lipat. Maka kendati penduduk miskin masih banyak, adalah hal yang biasa kalau kita menemukan perempuan miskin-lulusan SD dari sebuah dusun di Madura bolak-balik Surabaya-Hongkong.
Tetapi kita juga biasa menemukan mahasiswa yang hanya sibuk demo dan tak pernah keluar negeri sekalipun. Jangankan ke luar negeri, tahu harga tiket pesawat saja tidak, apalagi memiliki pasport. Maka bagi saya, penting bagi para pendidik untuk membawa anak-anak didiknya melihat dunia. Berbekal lima ratus ribu rupiah, anak-anak SD dari Pontianak dapat diajak menumpang bis melewati perbatasan Entekong memasuki Kuching. Dalam jarak tempuh sembilan jam mereka sudah mendapatkan pelajaran PPKN yang sangat penting, yaitu pupusnya kebangsaan karena kita kurang urus daerah perbatasan. Rumah-rumah kumuh, jalan berlubang, pedagang kecil yang tak diurus Pemda, dan infrastruktur yang buruk ada di bagian sini. Sedangkan hal sebaliknya ada di sisi seberang. Anak-anak yang melihat dunia akan terbuka matanya dan memakai nuraninya saat memimpin bangsa di masa depan. Di Universitas Indonesia, setiap mahasiswa saya diwajibkan memiliki pasport dan melihat minimal satu negara.
Jadi harap dimaklumi, anak-anak didik saya yang wajahnya ndeso sekalipun kini di-pasportnya tertera satu dua cap imigrasi luar negeri. Apakah mereka anak-anak orang kaya yang orangtuanya mampu membelikan mereka tiket? Tentu tidak. Di UI, sebagian mahasiswa kami adalah anak PNS, bahkan tidak jarang mereka anak petani dan nelayan. Tetapi mereka tak mau kalah dengan TKW yang meski tak sepandai mereka, kini sudah pandai berbahasa asing.
Anak-anak yang ditugaskan ke luar negeri secara mandiri ternyata memiliki daya inovasi dan inisiatif yang tumbuh. Rasa percaya diri mereka bangkit. Sekembalinya dari luar negeri mereka membawa segudang pengalaman, cerita, gambar dan foto yang ternyata sangat membentuk visi mereka.
Saya pikir ada baiknya para guru mulai membiasakan anak didiknya memiliki pasport. Pasport adalah tiket untuk melihat dunia, dan berawal dari pasport pulalah seorang santri dari Jawa Timur menjadi pengusaha di luar negeri. Di Italy saya bertemu Dewi Francesca, perempuan asal Bali yang memiliki kafe yang indah di Rocca di Papa. Dan karena pasport pulalah, Yohannes Surya mendapat bea siswa di Amerika Serikat. Ayo, jangan kalah dengan Gayus Tambunan atau Nazaruddin yang baru punya pasport dari uang negara.
Rhenald Kasali

Guru Besar Universitas Indonesia

Membuat Survey atau Polling menggunakan Google Docs : Form

This item was filled under [ Kuliah MM ]

Membuat survey atau polling tidaklah sulit. Google Docs memberikan fasilitas ini secara gratis. Jadi kita bisa membuat dan menggunakannya hanya dengan memiliki sebuah akun google. Dan dengan pilihan tipe jawaban yang disediakan, kita bisa membuat sebuah survey atau polling yang cukup profesional yang cocok untuk digunakan sebagai sebuah sistem survey perorangan, kelompok, maupun perusahaan.

[tab name='Membuat Survey Sederhana']

A.1. Untuk membuat form, mula-mula kita hanya perlu login ke akun google kita, jika belum punya tinggal daftar saja (http://docs.google.com)

A.2. Setelah login, klik Create New > Form

A.3. Tampilan form isian sangat mudah untuk digunakan, kita hanya perlu mengisi kolom-kolom yang sesuai saja serta menentukan tipe dari jawaban.

Klik Done jika sudah selesai membuat pertanyaan dan memilih tipe jawaban.

A.4. Untuk menambahkan pertanyaan-pertanyaan, selanjutnya kita hanya perlu menambahkannya melalui menu Add Item.

A.5. Dengan Add item, kita bahkan bisa langsung memilih tipe jawaban dari pertanyaan.

A.6. Setelah semua pertanyaan yang ingin kita bikin survey atau polling selesai dibuat, klik Save pada menu kanan atas. Kita juga bisa langsung melakukan sharing atau embed (memasukkan form ke website).

[/tab]

[tab name='Membuat Survey Terarah']

Jika form yang ingin dibuat merupakan survey tipe “pilihan” dimana “jika pilihan A maka lanjut ke pertanyaan C, jika B maka lanjut ke pertanyaan D“, kita hanya perlu membuatkan multiple choice pada tipe jawaban, dan multiple page untuk alur pertanyaan.

B.1. Yang terpenting dari membuat survey pilihan terarah adalah memilih tipe jawaban menjadi Multiple Choice dan cheklist  Go to page based on answer.

B.2. Buat sebuah page baru

B.3. Buat judul dari page.

B.4. Tambahkan pertanyaan untuk page baru.

B.5 Isi pertanyaan dan tentukan tipe jawaban pertanyaan.

B.6. Jumlah page dan pertanyaan bisa dibuat sesuai kebutuhan, dengan cara yang sama dari urutan B.2 – B.5

B.7. Masukkan pilihan page pada opsi jawaban yang sesuai.

B.8. Langkah berikut perlu untuk membatasi arah dari jalur pertanyaan – jawaban survey.

Dengan memilih Page 1 pada After page 1, maka page 2 dan page 3 tidak akan tampil kecuali pertanyaan dari page 1 sudah dipilih.

Tidak begitu sulit bukan?

Action Bisnis Properti

This item was filled under [ Catatan ]

Alhamdulillah, hari ini adalah hari yang sangat beruntung sekali. Action saya dalam bisnis properti sudah dilakukan yaitu pembelian rumah kos 9 pintu seharga Rp. 340 Juta.

Rumah di daerah kramat lontar XIV dengan luas tanah 61m dan luas bangunan 122m, dengan kamar kos 9 kamar. Mantapnya rumah ini, setiap bulannya bisa menghasilkan uang, dengan pendapatan perbulan sekitar Rp. 3,7 Juta sampai dengan Rp. 4 Juta.

Aktivitas pagi ini diawali dengan pembayaran uang panjer bukti keseriusan pembelian rumah senilai Rp. 2 Juta dan nanti malam akan dibayarkan juga Rp. 8 Juta sebagai dana tambahan DP. Kondisi ini dilakukan karena sudah ada 3 orang yang melirik dan berminat untuk membeli rumah tersebut, sehingga membuat adrenalin saya makin meninggi untuk segera take action membeli rumah tersebut, dan akhirnya dibayarkan uang DP, bismillah.

Dengan kondisi yang ada, hirup pikuk perjuangan untuk mendapatkan rumah kos tersebut masih terus dilalui, sebab ada 1 tahap yang sedang di proses oleh partner terbaik saya yaitu Bank Muamalat.

Baru saja 2 bulan lalu, pinjaman di Bank Mualamat senilai Rp. 54 Juta dicairkan, dan langsung take action lagi dah … dana tersebut dijadikan DP untuk pembelian rumah kos 9 pintu.

Hari ini juga proses foto rumah untuk pengurusan IMB dan KPR sudah dilakukan oleh pihak Bank Muamalat dan pihak Kecamatan yang mengurus IMB.

Berikutnya tinggal proses KPR, semoga Allah mempermudah dalam proses pencairan dana pinjamannya. Amin.

Asset Diri

This item was filled under [ Catatan ]

Ada yang berkata, kapasitas intektual seseorang sebagai cerminan kematangan pribadi. bahkan ketika proses pematangan kepribadian individu terus meningkat, prosesnya pun sangat dipengaruhi oleh seberapa besar nilai efektivitas dalam hal pengelolaan sumber daya yang ada pada setiap individu tersebut, bahkan sumber daya keilmuan ataupun sumber daya sikap mental diri dan yang lainnya.

Patut disadari bahwa setiap individu kita memiliki potensi keilmuan dan aset diri yang sangat besar dan luar biasa yang mampu digarap serta teraktualisasikan pada diri individu tersebut untuk dapat dituangkan dalam hal kebermanfaatan yang lebih besar baik untuk pribadi, keluarga dan masyarakat. Masyarakat yang berjiwa arif adalah kumpulan-kumpulan dari setiap individu yang memiliki kekuatan motivasi untuk dapat menggerakkan kekuatan internal diri berupa potensi kematangan intelektual yang teraktualisasi secara “sederhana” dalam kondisi apapun.

Ya sebuah kesederhanaan, kematangan setiap pribadi yang terus berusaha untuk menjadikan potensi yang ada pada diri tersebut sebagai aset diri yang dapat digunakan kebermanfaatannya untuk masyarakat sekitar dan lingkungan.

Ketika aset pribadi dapat teraktualisasikan secara baik dalam kehidupan masyarat, InsyaAllah apayang menjadi cita-cita bersama dalam setiap kumpulan-kumpulan masyarakat tersebut akan menjadikan nilai kebaikan yang dapat terus dirasakan oleh masyarakat. Sehingga nilai kebaikan itupun akan terus menular dan menjadikan pupuk kebaikan bagi individu yang lainnya.

Ketika beramalpun tentunya perlu melihat efektivitas amal tersebut ketika diaktualisasikan, apakah nilai kebermanfaatannya akan memberikan dampak hanya untuk pribadi saja ataukah dapat digunakan secara luas bagi masyarakat. Tentunya dengan beramal bersama yaitu amal jama’i nilai manfaat yang akan dihasilkan dapat lebih besar teraktualisasikan bagi setiap komponen-komponen yang terlibat didalam.

Mari bersama berbagi….

Kebutuhan Manajemen Proyek IT

This item was filled under [ Project IT ]

Selain diterapkan dalam bidang konstruksi, ilmu manajemen proyek juga tidak kalah pentingnya untuk diterapkan dalam bidang IT. Nilai proyek IT yang cukup besar menyebabkan penanganan proyek-proyek IT harus direncanakan secara matang. Tidak jarang banyak proyek IT yang mengalami kegagalan dalam pencapaian tujuan, jadwal maupun batasan biaya yang telah ditetapkan diawal. Bahkan beberapa diantaranya cenderung mengalami pengurangan ataupun penyesuaian terhadap ruang lingkup pekerjaannya dengan tujuan agar dapat diselesaikan tepat pada waktunya. Akibatnya, hasil proyek yang dicapai akan lebih sedikit dari apa yang pernah direncanakan semula, padahal dalam penyelesaiannya tetap membutuhkan biaya untuk lingkup pekerjaan yang telah disepakati di awal.

Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Standish Group Internasional pada tahun 1998, memperlihatkan bahwa dari 7400 proyek IT yang dikerjakan pada masa itu,    34% diantaranya mengalami keterlambatan atau over budget, 31% proyek terlantar begitu saja, direka ulang ataupun dimodifikasi dan hanya 24% saja yang dapat diseleaikan tepat pada waktunya dan sesuai dengan budget. Belum lagi banyak ditemukan proyek-proyek IT yang bernilai besar, namun tidak memberikan manfaat yang cukup signifikan bagi perusahaan. Apa sebenarnya yang menjadi penyebab dari kegagalan proyek IT?

Fakta dilapangan membuktikan bahwa salah satu penyebab kegagalan proyek IT adalah belum dijalankannya manajemen proyek IT  dengan baik dalam menyelesaikan proyek IT. Padahal dengan nilai investasi yang tidak sedikit, para stake holder (pemilik proyek) selalu menuntut agar proyek IT dapat diselesaikan dengan baik, sesuai jadwal, scope waktu dan biaya yang telah disepakati. Di sinilah manajemen proyek IT memiliki peran yang sangat penting dalam menyelesaikan proyek. Manajemen proyek IT akan mengendalikan dan mengelola tiga komponen utama yang mendukung keberhasilan proyek IT yakni waktu, biaya dan fungsionalitas. Semakin tepat ketercapaian waktu, biaya dan fungsionalitas dari proyek IT yang telah direncanakan, maka semakin tinggi pula tingkat keberhasilannya.

Akhirnya dapat ditarik kesimpulan bahwa manajemen proyek IT merupakan salah satu unsur yang sangat penting untuk dimiliki setiap perusahaan. Tanpa adanya manajemen proyek IT, maka pembangunan IT menjadi tidak terarah. Dengan menerapkan manajemen proyek IT yang baik, maka kegagalan proyek IT bisa dihindari atau setidaknya diminimalkan. (manajemenproyek.net)

Tagged with: [ ]

Penanggung Jawab Project

This item was filled under [ Project IT ]

Alhamdulillah…

Semua patut disyukuri, dari aktivitas pekerjaan yang ada sekarang, setelah hasil sales dalam waktu 2 tahun ini cukup banyak klien yang join untuk mengorder Sistem Informasi Akademik. Seiring dengan berjalannya waktu, manajemen internal perusahaan merubah konsep yang sebelum Manajemen Project dihandle oleh sebuah bagian tertentu, kini berubah yaitu personil yang melakukan sales pada kampus tersebutlah yang manjadi penanggung jawab project atau disebut Project Manager.

Sebagai Project Manager, ada beberapa kampus yang sedang saya handle dalam project pengembangan sistem informasi akademik yaitu

  1. Sekolah Tinggi Manajemen IMNI
  2. STIE Kusumanagara
  3. Prasetya Mulya
  4. STIKS Tarakanita
  5. Sampoerna School Of Education
  6. STMIK Sinar Nusantara
  7. Univ Islam 45 Bekasi
  8. Univeritas SAHID

Semoga semua project yang sedang di handle dapat berjalan lancar dan Allah swt berikan kemudahan, amin.

Kondisi ini adalah menjadi tantangan terbaik dalam hidup ini, untuk dapat meningkatkan kapasitas keilmuan dalam manajemen. Ada beberapa kaidah ilmu manajemen project yang perlu diperhatikan dalam setiap pelaksanaan project IT. InsyaAllah berikutnya akan saya dibahas mengenai kaidah-kaidah yang berkaitan dengan manajemen project IT :)

Salam Sukses :)

Tagged with: [ , ]

Belajar Afirmasi

This item was filled under [ Kajian Islam ]

6 Langkah Dahsyat dan Sangat Mudah untuk Melakukan Perubahan Diri
Kita mungkin akrab dengan kata ‘afirmasi’. Afirmasi adalah hasrat kita yang kita nyatakan menjadi sebuah perkataan atau tulisan pribadi. Ini adalah sebuah teknik pikiran yang sederhana namun tidak boleh begitu saja kita remehkan.
Tujuan dari afirmasi adalah untuk mengulang-ulang sebuah pernyataan, dari hari ke hari, sampai pernyataan itu tertanam dengan benar dalam pikiran bawah sadar kita. Bila hal ini terjadi maka pikiran bawah sadar kita akan merasakan perbedaan antara apa yang seolah-olah ‘nyata’ dengan dunia luar kita yang nyata.
Perbedaan ini akan menimbulkan suatu tekanan atau pressure, dan pikiran bawah sadar kita akan menyiapkan ide, motivasi dan tingkah laku sehingga dunia luar kita yang nyata akan mulai untuk menyelaraskan keadaan dengan dunia dalam diri kita. Nampaknya hampir seperti keajaiban ketika semua pintu kesempatan kita terbuka untuk membuat afirmasi kita menjadi kenyataan.
Namun kita harus menentukan cara supaya afirmasi ini menjadi sesuatu yang efektif. Pernyataan afirmasi harus ditulis dengan cara yang sangat khusus.
Saya akan paparkan tiga hal yang harus diperhatikan untuk membuat pernyataan afirmasi yang dahsyat:
Pertama, pernyataan afirmasi itu harus bersifat perseorangan atau pribadi. Kita harus menggunakan kata ‘SAYA’. Sebagai contohnya, sebuah pernyataan afirmasi yang tepat adalah sebagai berikut; “Saya percaya diri dapat berbicara di hadapan ribuan pendengar.”
Kedua, pernyataan afirmasi itu harus kalimat positif. Sebagai contohnya, sebuah pernyataan afirmasi yang tepat adalah sebagai berikut; “Saya mengkonsumsi makanan sehat setiap hari.” Contoh sebuah pernyataan afirmasi yang keliru adalah sebagai berikut; “Saya tidak makan junk food.”
Seperti kita tahu meskipun pikiran bawah sadar kita adalah alat yang sangat dahsyat, namun pikiran bawah sadar kita berkerja dengan sangat sederhana. Apa yang kita nyatakan diproses melalui gambar bukan kata. Pikiran bawah sadar kita tidak dapat memproses kata negatif seperti ‘jangan’, ‘tidak’ atau ‘tidak dapat’.
Ketika kita menyatakan, “Saya tidak makan junk food,” maka pikiran bawah sadar kita membawa gambar tentang diri kita dan junk food, dan kita justru mulai menanamkan dengan kuat tingkah laku yang sedang kita usahakan untuk kita ubah.
Ketiga, pernyataan afirmasi itu harus kalimat kondisi saat ini (dalam bahasa Inggris menggunakan Present Tense bukan Future Tense). Kita biasanya berpikir dengan logis sehingga membuat pernyataan afirmasi seperti ini, “Saya akan sukses dalam bisnis saya.” Pernyataan ini sebenarnya keliru. Mengapa? Ketika kita menyatakan kalimat kita menggunakan ‘akan’ maka tidak ada tekanan atau pressure yang tercipta dalam pikiran bawah sadar kita sehingga tidak ada proses penanaman afirmasi atau perubahan yang terjadi.
Seperti kita tahu ketika kita menyatakan bahwa kita ‘akan’ sukses suatu hari, kita sebenarnya juga mengimplikasikan bahwa kita tidak sukses sekarang. Kondisi yang terimplikasi itu yang dikenali oleh pikiran bawah sadar kita sebagai kebenaran sehingga tidak terjadi perubahan apapun.
Hanya dengan mengubah affimasi yang sama tanpa kata ‘akan’, “Saya sukses dalam bisnis saya,” kita menciptakan tekanan atau pressure yang diperlukan pikiran bawah sadar kita untuk berproses. Saya bermaksud menyatakan bahwa tiga hal ini sangat penting untuk Menanamkan Afirmasi, bukan untuk sekedar mengulang-ulang hal yang sudah kita ketahui.
Nah, saat ini Anda sudah tahu bagaimana menuliskan afirmasi yang dahsyat! Mari kita terapkan pengetahuan ini dengan menyusun langkah untuk Menanamkan Afirmasi!
6 Langkah Dahsyat dan Sangat Mudah untuk Menanamkan Afirmasi yang dapat Anda lakukan adalah sebagai berikut:
Langkah 1, Pilihlah maksimal 3 tingkah laku yang ingin Anda ubah! Ketika Anda baru memulai sebuah perubahan, berusaha untuk mengubah banyak hal seketika akan banyak mengurangi kemungkinan afirmasi tertanam dalam pikiran bawah sadar Anda. Idealnya, Anda memilih dan fokus pada satu saja tingkah laku. Sekali Anda lihat efek dari afirmasi Anda menjadi kenyataan, Anda dapat memulai Menanamkan Afirmasi yang baru.
Langkah 2, Siapkan10 kartu (seukuran: 10 X 15 cm)! Tuliskan dengan tepat tingkah laku apa yang ingin Anda ubah dengan menggunakan kalimat seperti petunjuk di atas. Tuliskan kalimat afirmasi yang akan ditanamkan dalam pikiran bawah sadar Anda menggunakan huruf balok, besar dan tegas!
Langkah 3, Letakkan kartu Anda di tempat yang biasa Anda lihat! Letakkan satu di tempat tidur Anda, satu di pintu lemari pendingin Anda, satu di kaca kamar mandi Anda, satu di kemudi mobil Anda (Baca kartu afirmasi Anda hanya saat mobil berhenti!), satu di monitor komputer Anda dan sebagainya di tempat dimana Anda sering melihatnya! Letakkan juga satu di dompet Anda!
Langkah 4, Segera setelah Anda bangun di pagi hari dan tepat sebelum Anda tidur, ucapkan afirmasi Anda sebanyak 20 kali dengan suara keras! Ketika Anda mengulang pernyataan afirmasi Anda, ucapkan dengan antusias dan senyum karena Anda tahu setiap afirmasi yang Anda ucapkan itu tertanam semakin dalam ke pikiran bawah sadar Anda!
Langkah 5, Setiap kali Anda lihat kartu Menanamkan Afirmasi Anda yang Anda tulis, ucapkan pernyataan itu dengan suara keras sepuluh kali dengan antusias dan penuh keyakinan! Ingat! Secara pendekatan spiritual, ucapan Anda adalah doa Anda!
Langkah 6, Ketika Anda lihat perubahan terjadi dalam kehidupan Anda secara “ajaib”, Anda dapat mulai untuk Menanamkan Afirmasi yang berikutnya.
Langkah-langkah atau cara ini kelihatannya seperti terlalu rumit atau terkesan gila ketika Anda lakukan, namun teknik ini berhasil pada banyak orang! Saya yakin teknik ini akan berhasil juga untuk Anda juga bila Anda melakukannya secara disiplin dan kontinyu!
Teknik yang akan saya bahas dalam tulisan berikutnya adalah saudara sepupu dari Menanamkan Afirmasi: Teknik “Pesan Bawah Sadar” atau “Subliminal Messaging“.
Salam Indonesia Dahsyat! (copas dari tulisan Pa okky)

Tagged with: [ ]

Berlatih … Berlatih…

This item was filled under [ Kajian Islam ]

Alhamdulillah…

Tidak terasa sekali, sekarang sudah memasuki awal bulan Rajab, dan beberapa hari lagi akan bertemu bulan mulia, Marhaban Ya Ramadhan… semoga umur kita dipanjangkan dan ruh kita di berikan kekuatan oleh Allah swt dalam rangka mempersiapkan dan meraih amal terbaik bagi diri kita. amin.

Apapun yang ada dan belum ada, semua patut disyukuri, sehingga semua dapat menjadi amal terbaik bagi kita. Sehingga sudah menjadi kondrat dalam diri, bahwa harus ada kekuatan untuk tetap istiqomah atau senantiasa komitmen terhadap yang namanya BERLATIH, dalam perspektif dan kebutuhan apapun itu.

BERLATIH menjadi pondasi dan komponen besar dalam proses mendapatkan GOAL yang diinginkan dan diharapkan, segala yang ada, semoga dapat saja bermula dengan adanya proses latihan dan pemanasan yang sangat rutin. Sikap Komitmen ini yang akan membangun jiwa menjadi lebih kuat, membangun jasad lebih kuat dan membangun pola pemikiran yang kuat pula.

Mengutip hadits Rasulullah, bahwa : “Sebaik-baik muslim adalah muslim yang kuat”..
Kuat dalam hal apapun, jasad, ruh dan pemikiran yang memiliki landasan kokoh dengan dipondasikan oleh kekuatan Aqidah kepada Allah swt, mengimani, meyakini dan mengimplementasikannya bahwa Allah swt-lah Rabb yang Maha memiliki kekuatan. Sehingga semua disandarkan hanya padaNya saja.

Begitupun ketika kita akan bertemu dengan bulan ramadhan, tepat bulan besok sudah memasuki bulan ramadhan.  Ada banyak cara untuk kita dapat mempersiapkan diri guna mendapatkan nilai manfaat yang jauh lebih besar, berupa pahala kebaikan dan keridhoan Allah swt.

Mari semua bersiap dan berlatih dalam menyongsong dan menghidupkan ramadhan,
Allahumma bariklana fii Rajab wa Sya’ban wa ballighna Ramadhan
“Ya Allah berkahilah kami dalam bulan Rajab dan Sya’ban dan sampaikanlah umur kami hingga dapat menjumpai datangnya bulan Ramadhan”

Nah, agar Ramadhan tahun ini, agar lebih bermakna dan membekas dalam diri kita maka kita perlu melakukan persiapan menuju Ramadhan yang dalam bahasa kajian Islam disebut dengan “i’dad Ramadhan” itu dengan baik, diantara persiapan itu adalah :

  1. Persiapan Ruhiyah (I’dad Ruhiy)
  2. Persiapan Ilmu (I’dad ‘Ilmy)
  3. Persiapan Jasmani (I’dad Jasady)
  4. Persiapan Dana & Sumber Daya (I’dad Maaly)

Mari bersama menggapai keberkahan ..

Tagged with: [ ]

Project Sistem Informasi Akademik

This item was filled under [ Project IT ]

Continue reading…

Bahaya Faham Pluralisme Di Era Modern

This item was filled under [ Kajian Islam ]

Kondisi dunia dewasa ini sangat sesuai dengan gambaran Nabi Muhammad lima belas abad yang lalu:

Rasulullah bersabda: “Sungguh, kalian benar-benar akan mengikuti tradisi/kebiasaan orang-orang sebelum kalian sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta, sehingga sekiranya mereka masuk ke dalam lubang biawak-pun kalian pasti akan mengikuti mereka.” Kami bertanya; “Wahai Rasulullah, apakah mereka itu kaum Yahudi dan Nasrani?” Beliau menjawab: “Siapa lagi kalau bukan mereka.” (HR. Muslim, No. 4822)

Di era modern dewasa ini kita tidak bisa pungkiri bahwa yang sedang Allah beri giliran memimpin masyarakat dunia ialah masyarakat Barat atau biasa disebut The Western Civilization. Sedangkan masyarakat Barat terdiri dari masyarakat kaum Yahudi dan Nasrani. Merekalah yang mengarahkan masyarakat dunia –termasuk ummat Islam- mengikuti selera kebiasaan dan tradisi mereka. Ironisnya, tidak sedikit ummat Islam yang dijuluki sebagai Ahlul-Qur’an juga mengekor kepada apa saja yang ditawarkan oleh mereka. Seolah mereka tidak pernah memperoleh petunjuk dari Allah bagaimana seharusnya menata kehidupan pribadi dan sosial dalam kehidupan nyata. Padahal Al-Qur’an merupakan satu-satunya Kitabullah yang masih terpelihara keasliannya. Sedangkan Kitabullah yang diturunkan kepada Nabiyullah dari kalangan Bani Israel –yakni Taurat dan Injil– telah mengalami distorsi yang tidak bisa dibantah oleh para rabbi Yahudi dan pendeta/pastor Nasrani.

Akhirnya The Western Civilization yang memimpin dunia membuat berbagai bid’ah (hal-hal yang mengada-ada) dalam me-manage kepemimpinan mereka atas segenap ummat manusia dewasa ini. Di antara bid’ah tersebut ialah dikampanyekannya secara massif berbagai faham sesat produk akal (baca: hawa nafsu) manusia yang sudah barang tentu terputus dari landasan wahyu ilahi. Kita mengenal adanya berbagai faham seperti pluralisme, sekularisme, liberalisme, humanisme, materialisme, hedonisme, konsumerisme dan masih banyak lainnya.

Tulisan ini ingin menyoroti bahaya faham pluralisme yang sedang gencar-gencarnya dipromosikan di seantero dunia. Tidak kurang seorang pemimpin negara adidaya Obama melazimkan dirinya untuk memberikan kuliah umum di salah satu kampus ternama ibukota negara berpenduduk muslim terbesar di dunia saat kunjungannya beberapa waktu yang lalu. Kalau kita perhatikan secara seksama, maka di antara pokok pikiran utama yang ingin dipromosikan melalui kuliah umum tersebut ialah faham pluralisme. Faham ini telah diterima oleh banyak sekali manusia yang ingin disebut modern, tanpa kecuali sebagian ummat Islam.

Pada tahap awal kampanye Pluralisme terasa manis bak madu. Ajaran ini menyuruh manusia modern agar “menghormati manusia lainnya apapun latar belakang keyakinan dan agamanya.” Sampai di sini tentunya kita tidak punya masalah dengan faham ini. Termasuk ajaran Islam-pun menganjurkan hal itu. Tetapi yang menjadi masalah ialah bahwa faham Pluralisme tidak berhenti sampai di situ. Faham sesat ini menuntut agar manusia modern lebih jauh lagi mengembangkan keyakinannya, yaitu bahwa “semua agama sama” malah “semua agama baik”, bahkan “semua agama adalah benar”. Nah, sampai di sini tentunya seorang muslim yang sungguh-sungguh beriman kepada Allah sebagai Rabbnya, Islam sebagai din-nya dan Muhammad sebagai Nabi dan Rasulullah harus secara tegas menolaknya. Mengapa? Sebab bila ia menerima keyakinan seperti ini, maka ia berada dalam bahaya besar. Ia terancam. Bukan terancam oleh sembarang fihak, tetapi terancam oleh Allah

Apakah ancaman Allah yang dimaksud? Di dalam ajaran Islam pelanggaran terhadap aturan Allah ada dua macam: pertama, sebuah pelanggaran yang menyebabkan pelakunya berdosa namun ia tetap dihukumi sebagai seorang yang beriman di mata Allah . Orang ini berarti telah melakukan suatu kemaksiatan dan tentunya dia harus memohon ampunan Allah atas dosanya tersebut. Lalu kedua, pelanggaran yang menyebabkan pelakunya tidak saja dicatat sebagai berdosa, tetapi bahkan dicatat sebagai terlibat dalam nawaqidhul-iman (pembatalan iman). Artinya, disebabkan pelanggaran tersebut Iman-Islamnya menjadi batal di mata Allah. Dengan kata lain ia telah menjadi murtad…! Wa na’udzubillahi min dzaalika…

Dalam kitab “Vonis Kafir”, Ustadz Mas’ud Izzul Mujahid Lc menyebut adanya sembilan Pembatal Keimanan yang disepakati oleh para ulama. Ketika menerangkan Pembatal Keimanan nomor lima yang berjudul “Tidak Mengkafirkan Orang-orang Musyrik, atau Ragu Terhadap Kekafiran Mereka, atau Membenarkan Mazhab Mereka,” beliau menulis sebagai berikut:

Siapa saja yang meragukan kekafiran orang-orang kafir berarti ia telah meragukan ayat-ayat Al-Qur’an, sedangkan orang yang meragukan kebenaran Al-Qur’an dihukumi kafir.

Di dalam kitabullah Al-Qur’anul Karim terdapat beberapa ayat yang jelas-jelas menolak pemahaman apalagi keyakinan bahwa “semua agama sama” atau “semua agama baik”, apalagi “semua agama adalah benar”. Di antaranya sebagai berikut:

Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam. (QS. Ali Imran [3] : 19)

Barang siapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi. (QS. Ali Imran [3] : 85)

Orang-orang yang kafir itu sering kali (nanti di akhirat) menginginkan, kiranya mereka dahulu (di dunia) menjadi orang-orang muslim. (QS. Al-Hijr [15] : 2)

Tiga ayat di atas secara tegas menjelaskan bahwa di mata Allah tidaklah benar bahwa “semua agama sama” atau “semua agama baik”, apalagi “semua agama adalah benar”. Hanya ada satu saja dien (agama/jalan hidup) yang Allah ridhai, yaitu ajaran Al-Islam. Allah tidak meridhai berbagai agama selain Al-Islam. Bahkan Allah telah memberi gambaran kelak di akhirat nanti dimana kaum kafir bakal menyesal dan menginginkan kalau seandainya mereka sewaktu di dunia termasuk ke dalam golongan kaum muslimin alias penganut ajaran Al-Islam. Tetapi tentunya keinginan tersebut telah terlambat. Sebuah penyesalan yang tiada berguna saat itu. Maka, janganlah hendaknya seorang yang mengaku beriman berfikir bahwa dirinya lebih berpengetahuan daripada Pencipta dirinya, Allah . Jika Allah sudah dengan tegas mendekritkan bahwa hanya Islamlah din yang diridhai di sisiNya, maka jangan lagi seorang muslim memiliki pendangan selain mengikuti apa yang Allah telah tegaskan itu. Bahkan dalam ayat lainnya Allah menggunakan istilah dinul-haq (agama yang benar) untuk menyebut agamaNya Islam ini.

Dialah yang telah mengutus Rasul-Nya (dengan membawa) petunjuk (Al Qur’an) dan dinul-haq (agama yang benar/Al-Islam) untuk dimenangkan-Nya atas segala agama lainnya, walaupun orang-orang musyrik tidak menyukai. (QS. At-Taubah [9] : 33)

Maka sudah sepatutnya seorang muslim bersyukur bahwa dirinya telah diberikan Allah hidayah kepada iman dan Islam. Dan untuk itu seorang muslim tidak dibenarkan untuk memberikan “cek kosong” setelah memperoleh nikmat iman dan Islam. Ia dituntut terus-menerus di dunia untuk membuktikan kejujuran pengakuannya sebagai seorang yang beriman. Oleh karenanya seorang yang mengaku beriman bakal dihadapkan oleh aneka fitnah (ujian) untuk mendeteksi kejujurannya.

Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta. (QS. Al-Ankabut [29] : 2-3)

Di antara ujian tersebut adalah apa yang sedang dialami kaum muslimin di era modern penuh fitnah dewasa ini. Ia diuji dengan berbagai faham sesat yang sengaja dilansir oleh musuh-musuh Islam yang sedang memimpin dunia secara hegemonik. Salah satunya ialah faham Pluralisme yang sangat berbahaya ini. Barangsiapa yang begitu saja mengekor kepada the Western Civilization alias the Judeo-Christian Civilization (Peradaban yahudi-Nasrani), berarti ia telah merelakan dirinya masuk bersama mereka ke dalam lubang biawak di dunia dan jurang neraka di akhirat kelak nanti. Wa na’udzubillaahi min dzaalika.

“Ya Allah, kami berlindung kepada Engkau dari cobaan yang memayahkan, kesengsaraan yang menderitakan, takdir yang buruk dan cacian musuh.” (eramuslim.com)

Plugin from the creators of Brindes :: More at Plulz Wordpress Plugins